PERBANDINGAN KERUPUK GENDAR BERAS PUTIH DAN KERUPUK GENDAR BERAS JAGUNG DITINJAU DARI SELERA WARGA BULUSTALAN SEMARANG
DOI:
https://doi.org/10.70018/mb.v2i2.34Keywords:
Kerupuk Gendar, Beras Jagung, Beras Putih, Uji OrganoleptikAbstract
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya sehingga melahirkan keberagaman budaya, salah satunya adalah makanan tradisional, seperti karak/ kerupuk gendar. Karak atau yang biasa disebut dengan kerupuk nasi, gendar maupun puli merupakan kerupuk yang sangat populer dan digemari oleh sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerupuk gendar yang banyak beredar di pasaran adalah kerupuk gendar berbahan dasar beras putih. Namun, tidak menutup kemungkinan juga beredar kerupuk gendar dengan bahan dasar utama beras jagung.
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesukaan kerupuk gendar yang berbahan dasar beras putih dan beras jagung melalui aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur pada masyarakat Bulustalan, Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari aspek rasa, aroma, warna, dan tekstur, warga masyarakat Bulustalan, Semarang lebih menyukai kerupuk gendar berbahan dasar beras putih dibandingkan dengan kerupuk gendar berbahan dasar beras jagung.
Downloads
References
Fardiaz, D. 1998. Peluang, Kendala, dan Strategi Pengembangan Makanan Tradisional, dalam Kumpulan Ringkasan Makalah Seminar Nasional Makanan Tradisional: Meningkatkan Citra dan Mengembangkan Industri Makanan Tradisional Indonesia, Pusat Kajian Makanan Tradisional (PKMT). Bogor: Lembaga Penelitian Institusi Pertanian Bogor-Pusat Antar Universitas dan Gizi, IPB.
Lathifah, N.U. 2015. Identifikasi Golongan Senyawa Flavonoid dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Rimpang Kencur Kaempferia Galanga L dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil). Skripsi UIN Malang.
Margaretha, S & Edwin, J. 2012. Analisa Pengaruh Food Quality & Brand Image terhadap Keputusan Pembeli Roti Kecik Toko Roti Ganep’s di Kota Solo. Jurnal Manajemen Pemasaran.
Nazir, Moh. 2013. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Saparinto, C & Hidayati. 2010. Bahan Tambahan Pangan. Yogyakarta: Kanisius.
Stowe, L & Johnston, D. 2010. Throw your napkin on the floor: Authenticity, culinary tourism, and a pedagogy of the sense. Australian Journal of Adult Learning, Vol. 52, No. 3.
Sugiyono. 2010. Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Waysima, Adawiyah, Dede, R. 2010. Evaluasi Sensori (Cetakan ke-5). Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Mabha Jurnal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




